“Tapi konsep Buy The Service ini merupakan suatu konsep yang mana para operator dibayar dengan menggunakan rupiah perkilometer. Jadi, begitu roda menggelinding, berapa kilometer sesuai SOP yang ditetapkan, itulah yang akan kita berikan pembayarannya,” kata Suharto.
Oleh karena itu, dalam launching kali ini diberi nama Teman Bus, yang merupakan kepanjangan dari Transportasi Ekonomis, Mudah, Aman, dan Nyaman. Ia berharap Trans Semanggi Suroboyo ini akan menjadi backbone atau penumpang angkutan massal yang ada di Kota Surabaya dan menjadi pelayanan angkutan massal di wilayah aglomerasi dari Jawa Timur.
“Transportasi ekonomis dalam artian jauh dekat bayarnya sama. Meski kita masih mengandalkan nol rupiah karena kami masih menunggu peraturan pemerintah atau peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tarif BTS ini. Insyallah dalam waktu dekat peraturan Menteri Keuangan itu akan keluarkan dan bisa diterapkan. Rencananya, untuk tarif para pelajar jauh dekat Rp 2 ribu dan untuk penumpang umum Rp 3 ribu,” kata dia.
Sedangkan transportasi yang mudah, ia menjelaskan, Trans Semanggi Suroboyo ini dilengkapi dengan IT yang para pengguna atau warga bisa dengan mudah mendownload aplikasi Teman Bus di Play Store. Dengan aplikasi ini, para calon penumpang dengan mudah menentukan akan naik dan turun dimana, bus akan datang jam berapa dan sampai ditujuan jam berapa. “Intinya, akan ada kemudahan,” ujarnya.
Selanjutnya untuk transportasi yang aman, ia memastikan bahwa di dalam Trans Semanggi Suroboyo ini sudah dilengkapi CCTV yang dapat memonitor para penumpang, termasuk bisa memonitor gerak-gerik pengemudi. Apabila pengemudi itu lalai atau tidak menjalankan SOP, maka akan menjadi bahan penalti kepada operator kepada yang bersangkutan. “Transportasi yang nyaman, kami pastikan bus itu nyaman. Selain menggunakan AC, bus ini juga dilengkapi fasilitas lainnya, sehingga membuat nyaman para penumpangnya,” tegasnya.



