Untuk wilayah di Jawa Timur konsumsi BBM diprediksi akan terjadi pada arus mudik pada 23 Juni 2017 sekitar 4013 KL/hari atau naik 14 persen dari konsumsi normal. Diprediksi pada arus bali Lebaran 1-4 Juli 2017 sebesar 4022KL/hari naik 15 persen dari penjualan normal.
Sedangkan untuk wilayah Bali peningkatan konsumsi BBM diprediksi terjadi seiring liburan Lebaran. Diprediksi konsumsi tertinggi BBM akan terjadi pada 23 Juni 2017 sebesar 4013 KL/hari nsik 14 persen dibanding hari normal. Sedangkan konsumsi tertinggi pada arus bali pada 3 Juli 2017 sebesar 4022 KL/hari naik 15 persen dari konsumsi normal.
Adapun untuk di wilayah NTB diprediksi konsumsi tertinggi pada arus mudik pada 23 Juni 2017 dengan konsumsi BBM sebesar 4013 KL/hari naik 14 persen dari konsumsi normal. Sedangkan konsumsi teringgi pada arus balik diprediksi akan terjadi pada 3-4 Juli 2017 sebesar 4022 KL/hari naik 15 persen dari konsumsi normal.
Dikatakannya, yang akan menjadi kendala biasanya BBM tidak terdistribusikan karena kondisi jalan saat mudik lebaran semua macet. ”Mudah-mudahan pada H -7 sudah nggak ada kendaraan truk di jalan raya,” katanya.
Menurutnya, prediksi kenaikan kebutuhan BBM 10 persen, Tapi pertamina telah menyiapkan antara 20-30 persen.



