Muhammad Jumadi menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan saat yang sangat penting dan menggembirakan karena dihadiri para pimpinan pramuka dan pejabat lingkungan dinas pendidikan baik dari tingkat cabang maupun gugus depan, bahkan dari cabang dinas 11 Jawa tengah.
“Gugus depan yang membina anak anak berkebutuhan khusus dapat membuktikan bahwa ditengah keterbatasan itu tersimpan potensi luar biasa yang dapat digali dan dikembangkan,” ujarnya.
Jumadi menambahkan, bagi anggota pramuka biasa, sandi hanya bisa dimaknai sebagai media pembelajaran yang dapat melatih ketelitian, daya ingat, kecerdasan dan konsentrasi. Sementara bagi pramuka luar biasa, sandi merupakan alat komunikasi yang nyata, bukan sekedar simulasi. Bagi tunanetra misalnya, media yang efektif sebagai sarana pengiriman pesan adalah suara. Maka proses transformasi materi dapat dilakukan dengan sandi morse media peluit



