Cakrawala JatimIndeks

Disbun ; Potensi Pengembangan Kakao di Jatim Capai 16.000 Ha

×

Disbun ; Potensi Pengembangan Kakao di Jatim Capai 16.000 Ha

Sebarkan artikel ini

Ditahun 2020, areal tanam kakao di Jawa Timur mencapai seluas 56.895 ha. Luasan tersebut terdiri dari areal kakao rakyat seluas 40.059 ha dan Perkebunan Besar Negara seluas 12.229 ha dan Perkebunan Besar Swasta seluas, 4,607 ha.

Produksi kakao di Jatim pada tahun 2020 mencapai 35.304 ton terdiri dari produksi kakao rakyat sebesar 20.815 ton, produksi kakao Perkebunan Besar Negara 11.249 ton dan Perkebunan Besar Swasta sebesar 3,240 ton.

“Komoditi kakao ini merupakan komoditi strategis untuk mengangkat martabat masyarakat dengan meningkatkan pendapatan petani perkebunan dan tumbuhnya sentra ekonomi regional. Kakao juga merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan, antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara,” terangnya.

Sebelumnya, untuk mempromosikan potensi kakao di Jatim, Dinas Perkebunan Jatim pada 10 Desember 2021 bertempat di Warung Tani Pan Java Dau Malang, menyelenggarakan kegiatan “Gebyar Kopi dan Kakao Jawa Timur Tahun 2021. Kegiatan ini dilaksanakan, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Perkebunan Nasional ke 64.

Dalam arena gebyar, dipamerkan ragam produk hilir kopi dalam bentuk roasting (sangrai) dan powder (Bubuk) yang dikemas menarik, dari berbagai sentra produksi. Sentra produksi kopi Jatim ada di : Selingkar Ijen-Raung; Selingkar Argopuro; Selingkar Bromo-Tengger-Semeru; Selingkar Arjuno-Kawi-Anjasmoro; Selingkar Kelud; Selingkar Wilis; dan Selingkar Lawu. Masing-masing kawasan, memiliki citarasa yang khas.

Sementara produk hilir kakao, antara lain Minuman Cokelat; Permen Cokelat; dan makanan berbasis cokelat dari sejumlah sentra olahan kakao, antara lain Mojokerto, Kediri, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Kegiatan diikuti sebanyak 24 stand, meliputi Stand produk hilir kopi dan kakao hasil olah Kelompoktani atau Gapoktan se Jawa Timur; Produk Olahan Kopi dari Pesantren anggota OPOP (One Pesantren One Product); Produk olahan kopi dan cokelat PUSLITKOKA, PTPN XII serta Stand Bank UMKM Jatim”, tutur Heru Suseno. (Caa)

Caption foto:
1. Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Heru Suseno S.TP., M.T saat melakukan kunjungan di wisata desa coklat Majapahit di Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *