Untuk itu, Pemerintah Kota Tegal berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola sampah di darat dengan pembangunan TPS, TPS3R dan TPST di berbagai lokasi serta sinergi dan kolaborasi dengan industri, komunitas, masyarakat dan akademisi, serta menerapkan ekonomi sirkular dalam pengelolan sampah.
“Terkait dengan sampah laut kita sisir dari hulunya yaitu di pantai dan pelabuhan. Tempat-tempat tersebut diharapkan agar bebas dari sampah, utamanya di pantai dan pelabuhan Kota Tegal,” sambungnya.
Aksi bersih pelabuhan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda tetap dan dilaksanakan secara rutin sebulan sekali. Oleh karena itu, dalam momentum perayaan Hari Nusantara ini, kesadaran masyarakat, terutama pegiat kelautan digugah untuk hidup bersih dan tempatkan sampah pada tempatnya.
“Kita semua bertekad, bahwa kita akan sama-sama mewujudkan PPP Tegalsari sebagai pelabuhan yang bersih dan bebas sampah. Semoga aksi bersih pelabuhan yang dilakukan di kawasan pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari ini, dapat membangun kesadaran kolektif berkaitan permasalahan sampah khususnya sampah plastik di laut, mengilhami tumbuhnya berbagai aksi dan inisiatif lainnya, serta mendorong kerjasama dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mengatasi permasalahan sampah baik di wilayah darat dan laut Kota Tegal. Kita di Kota Tegal, harus terus memberi perhatian, agar masyarakat teredukasi untuk hidup bersih dan sehat,” pesannya.
Turut hadir dalam kegiatan bersih-bersih tersebut antara lain Kepala DKPPP Kota Tegal Sirat Mardanus, Kasdim 0712/Tegal Mayor Inf Eko Budi Sardjono, Pasops Lanal Tegal Kapten Laut (P) Eko Warsito, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tegal Slamet Siswanta, SH, MH, Panitera Muda Pidana PN Kota Tegal Waryo, SH, Koordinator DFW Indonesia Abdie Subhan dan Koordinator Project Nasional DFW Indonesia Hartono (Anton)



