Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta yang dipimpin Prof Gunardi, melakukan riset selama 2 minggu (14 Juli-2 Agustus 2019), dan memperkirakan bahwa fosil fauna/hewan yang ditemukan oleh warga Galuh Timur dan sekitarnya adalah fosil tertua di Pulau Jawa yang berumur lebih dari 2 juta tahun.
Dari validasi perkiraan usia fosil fauna tim tersebut, manusia purba yang hidup saat itu (homo erectus arkaik) usianya lebih tua lagi dari faunanya.
Perkiraan itu juga diperkuat lagi dari link fosil-fosil yang ditemukan di wilayah Kabupaten Tegal, yakni di Situs Semedo, Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng.
“Awalnya, warga Galuh Timur menyimpan fosil-fosil yang ditemukan di rumah masing-masing. Kemudian dengan adanya Pokdarwis Kampoeng Poerba maka dibangunlah sebuah rumah kecil yang kemudian diberi nama Museum Mini Kampoeng Poerba, untuk menampung fosil-fosil itu,” bebernya, Kamis (9/12).
Ia secara tegas menyatakan bahwa warga Galuh Timur sendiri tidak memperjual belikan fosil. Secara kesadaran dan sukarela, mereka menyerahkannya kepada Pokdarwis Kampoeng Poerba untuk disimpan di museum mini sebagai edukasi sejarah.
“Masyarakat kami sadar bahwa sejarah adanya manusia ini adalah milik semua orang, dan apabila dikelola dengan baik oleh dinas terkait maka potensi ini akan berdampak langsung yaitu peningkatan ekonomi dari kunjungan wisatawan,” sambungnya.



