Menurutnya, posko pengungsian di kedua tempat tersebut dinilai sudah penuh. Hanya saja, untuk mencegah terjadinya penumpukan logistik dan pengungsi, saat ini sedang dilakukan assesment posko-posko baru bagi para pengungsi.
“Kantor Kecamatan Candipuro sekitar 250 pengungsi tampak penuh. Makanya tadi kita ke SMPN 1 Candipuro untuk mengecek kamar mandi dan ruangannya. Termasuk di Balai Desa Penanggal jumlahnya 577 pengungsi. Nanti kita lihat di lapangan Penanggal. Insya Allah kalau cocok semuanya maka akan kita ‘split’,” urainya.
Lebih lanjut Emil menyampaikan, peran TNI, Polri, relawan, Palang Merah Indonesia (PMI) telah membantu pemerintah dalam mendata jumlah pengungsi di Kecamatan Candipuro. Saat ini, total jumlah pengungsi di kecamatan setempat sebanyak 3.400 pengungsi.
“Semakin banyak jumlah pengungsi yang terdata menunjukkan bahwa terakses oleh aparat dan instansi, sehingga kita bisa mendata lebih akurat,” tuturnya.
Setelah dilakukan pendataan, lanjut Wagub Emil, ada transisi dan kemungkinan solusi dibangunnya hunian sementara (Huntara) yang cepat dirakit agar memberikan solusi terbaik bagi masyarakat.



