Usai pertemuan tersebut, Wali Kota Eri menjelaskan bahwa pada bidang pendidikan, sudah ada skema penanganan gempa yang nantinya akan diterapkan di seluruh sekolah di Kota Surabaya. Sehingga, siswa yang memiliki kebutuhan khusus (disabilitas) bisa mendapatkan edukasi terkait penanganan gempa.
“Jadi kerjasama bisa kita lakukan dalam banyak hal, sehingga nanti tim kita dan tim dari Inggris akan membahas, apa yang dibutuhkan Pemerintah Kota Surabaya atau sebaliknya. Itu bisa dikolaborasikan lebih lagi dan dituangkan dalam program Sister City,” jelas dia.
Sedangkan untuk kerjasama ekonomi, Wali Kota Eri mencontohkan, untuk kawasan Dolly telah dilakukan program pengembangan dan sudah dibuatkan perencanaan, serta penelitian. Program pengembangan tersebut, salah satunya adalah kawasan wisata yang diharapkan bisa diterapkan pada tahun 2022 mendatang.
“Karena kajian dan studi sudah dilakukan bersama masyarakat sekitar Dolly. Ada wisata Dolly, ada perkembangan dan pergerakan ekonomi melalui UMKM,” ujar dia.
Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Owen Jenkins mengaku senang bisa kembali ke Kota Surabaya dan berterima kasih kepada Wali Kota Eri atas diskusi produktif yang dilakukan dalam hal kerjasama Sister City antara Surabaya-Liverpool.












