Misalnya sektor pendidikan. Mengutip nota keuangan Gubernur, anggaran sektor pendidikan dialokasikan hampir Rp 8 Triliun.
Sektor kesehatan juga tetap menjadi prioritas. Alokasi anggarannya sebesar Rp 4 Triliun lebih. Hanya saja, Heru menyebut nilainya memang berkurang.
Alasannya, situasi pandemi sudah cenderung melandai.”Pemulihan ekonomi dan infrastruktur (juga mendapat prioritas),” terang Heru.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad mengatakan penurunan kekuatan R-APBD 2022 disebabkan lantaran ketentuan terkait BOS.
Saat ini BOS tidak lagi turun lewat provinsi. Karena itu, lanjut Sadad, sehingga kekuatan APBD tahun mendatang menjadi berkurang.
“Dulu kan transit sifatnya. Masuk ke APBD kita kemudian disalurkan ke penerima. Nah, sekarang ada aturan baru bahwa BOS untuk SD/SMP itu langsung ke penerima,” ungkap Sadad. (Caa)












