“Asumsi dasar yang digunakan dalam APBD 2022 yaitu recovery ekonomi akibat pandemi Covid-19,” kata Khofifah dalam nota keuangan.
Menurut Khofifah, hal tersebut sejalan dengan tema pembangunan Provinsi Jawa Timur tahun 2022.
“(Yaitu) Pemulihan ekonomi dan reformasi struktural dalam rangka meningkatkan daya saing daerah di era Industri perdagangan berbasis agro,” ucapnya.
Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono menjelaskan penurunan kekuatan APBD 2022 disebabkan beberapa faktor.
Diantaranya, dari sisi dana transfer yang didapatkan menurun. Termasuk pendapatan yang lain.
Sekalipun demikian, Heru yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah itu menyebut sejumlah hal tetap menjadi prioritas di tahun 2022.












