Sedangkan beberapa anak perusahaan yang defisit adalah PT Gedung Expo Wira Jatim dan PT Puri Panca Pujibangun. Jatim expo cukup terpukul selama masa penerapan PPKM karena sama sekali tidak ada pemasukan. “Kalau kondisi ekonomi terus membaik dan Covid-19 terkendali, kami optimis tahun 2022 laba perusahaan bisa tembus Rp7,5 miliar,” ungkap pria yang juga ketua KONI Jatim ini.
Diakui Erlangga, sejak memegang PT PWU Jatim kondisi perusahaan sejatinya tidak sehat, sehingga fokus utama harusnya menyehatkan terlebih dulu supaya bisa landing. Untuk recovery itu, lanjut Erlangga paling tidak dibutuhkan anggaran Rp.150 miliar yang akan digunakan untuk menata aset -aset perusahaan khususnya terkait legalitas, peremajaan mesin hingga SDM. “Karena tak mungkin minta suntikan APBD maka kami berencana resizing aset sekitar 5 persen sehingga bisa mendapat suntikan dana sekitar Rp.250 miliar tapi realisasi itu tidak mudah,” jelasnya.












