Oleh sebab itu, Wali Kota Eri berharap, pameran dan kontes bonsai seperti ini dapat terus diadakan rutin ke depannya. Sehingga UMKM yang bergerak di bidang bonsai bisa terus bergeliat dan khususnya bagi Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Surabaya.
“Sehingga pameran bonsai terus bisa bergerak, terus bisa berkembang. Tapi bukan berarti pamerannya menunggu Nasional. Kalau Surabaya bisa mengadakan, tidak (harus) menunggu pameran Nasional,” ujarnya.
Bahkan, supaya UMKM Bonsai di Kota Surabaya bisa terus berkembang, Wali Kota Eri bersedia untuk memfasilitasi mereka. Salah satunya dengan menyediakan tempat pameran baik di Balai Kota atau Balai Pemuda Surabaya. “Sehingga pergerakan UMKM nya bonsai di Kota Surabaya terus berkembang bersama-sama dengan Kota Surabaya,” terangnya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini berpendapat, hidup itu juga harus didampingi dengan seni. Manifestasi seni tersebut, salah satunya dapat diwujudkan melalui pohon bonsai yang di dalamnya juga memiliki nilai ekonomis tinggi.
“Semoga pameran ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh UMKM bonsai dan menjadi kebangkitan awal setelah masa pandemi Covid-19, khususnya di Kota Surabaya,” imbuhnya.
Di samping berkeliling dan mengamati langsung ratusan bonsai milik para peserta, Wali Kota Eri juga diberi kesempatan oleh panitia acara untuk memberikan penilaian. Ia memberikan penilaian sekaligus trophy Best In Show dan Pilihan Favorit kepada dua pohon bonsai milik peserta.












