“Disekitar Kalikepting ini tidak ada tanah aset pemkot Surabaya yang luas. Atau mungkin warga bisa menginformasikan kalau ada warga yang ingin menjual tanah yang ideal ukurannya, untuk membangun sekolah, atau tanah aset Pemkot,” ungkapnya.
Pria yang juga ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, kalau ada ketersediaan lahan, Komisi C DPRD Surabaya yang membidangi pembangunan akan berkomunikasi dengan pemkot Surabaya, terkait dengan pembangunan sekolah.
“Nanti bisa dianggarkan dalam APBD 2022,” jelasnya.
Selain persoalan gedung sekolah, keluhan warga lainnya adalah kondisi paving jalan yang sudah rusak, atau kalah tinggi dengan selokan.












