Ditambahkan Fatoni, partai politik adalah produsen pemimpin, maka partai politik harus terus mengasah dan meningkatkan kemampuan kader agar tidak tergilas dengan perubahan yang terus bergerak.
Karena pengetahuan laksana pisau, ia terbuat sejak awal dengan tajam, namun jika tidak diasah lama lama akan tumpul, demikian dengan pengetahuan manusia.
“Jika tidak diasah dengan nutrisi pengetahuan, maka lama lama akan menurun kemampuan analisanya. Jika sudah demikian akan menghasilkan kesimpulan yang keliru dan gagap harus berbuat apa untuk masyarakat,” tegas anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini.
Politisi muda partai golkar yang pernah menjadi jurnalis ini menambahkan pihaknya tidak ingin hanya menjadi partai electoral yang hanya hadir 5 tahun sekali.
Pihaknya ingin Golkar Surabaya menjadi organisasi politik yang menghasilkan kader kader berkualitas yang siap dikaryakan untuk bangsa dan Negara.












