“Hal itu membuat IAIN Kediri tidak memiliki resistensi. Tidak sedikit perguruan tinggi yang terpaksa menghabiskan energi melakukan kolaborasi dan kesepahaman dengan masyarakat sekitar karena tidak memiliki dukungan sosial. Nah, IAIN Kediri sudah memiliki itu dan sudah sangat kondusif,” terangnya.
Kedua, Lingkungan keilmuan yang tertata dan terbangun di Kediri. Hal itu dapat dilihat dari banyak sekali kiai, pesantren, tokoh agama yang memiliki pemahaman yang sangat kuat terhadap khazanah keislaman klasik dan kontemporer. “Faktor ini juga menjadi daya dukung bagi IAIN Kediri berkembang,” papar TGB.
Keistimewaan ketiga, menurutnya, IAIN Kediri memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan kapasitasnya yang terus meningkat. Era sekarang, kata TGB, sudah tidak relevan lagi menilai kemajuan sebuah perguruan tinggi dari lokasi di pusat atau di daerah. Semua hal yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas bisa diakses oleh semua orang dimanapun dan kapanpun tanpa terbatas jarak, ruang dan waktu.
Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Sangidu memaparkan materi merintas kerjasama internasional bagi IAIN Kediri di Era Global. Ia optimis IAIN Kediri dengan segala kelebihannya, dapat lebih banyak mengirimkan mahasiswa dan dosen untuk belajar bersama di perguruan tinggi Timur Tengah.
“Dengan pengalaman merintis kerjasama di Timur Tengah sejak 2005 sampai sekarang, saya juga siap mendukung dan memfasilitasi IAIN Kediri untuk bekerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kampus-kampus di Timur Tengah,” Ujarnya.












