Adinindyah menambahkan, di masa pandemi, pemasaran produk lewat online juga menjadi perhatian. “Karenaya kita ingin mengajak ibu-ibu PKK ini mendigitalisasi pemasaran produknya. Selangkah demi selangkah untuk mencoba masuk ke dunia online itu seperti apa,” ujarnya.
Dikatakan pula oleh Adinindyah bahwa, Pasar Ibu dibangun sebagai media berbelanja dari tetangga sendiri, dengan penguatan jejaring SRC sebagai edukator UMKM, sehingga SRC dapat menjadi jalur pemasaran produk olahan anggota PKK.
Pasar Ibu dijalankan oleh para peserta sejak Agustus dengan menjual produk kelompok masing-masing dan UMKM disekitarnya, lewat bazar mini.
Sementara itu, sekadar informasi, BEDO telah mendedikasikan diri mendukung perkembangan UMKM di Indonesia melalui pelatihan dan pendampingan sejak tahun 2005.



