Wali Kota Eri menambahkan, bahwa dalam mewujudkan ekosistem startup yang baik, pemkot tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Untuk itu, pemkot secara intensif melibatkan universitas, sektor swasta dan juga komunitas dalam upaya pengembangan startup.
“Saya berharap melalui workshop online ini, para peserta dapat saling belajar dan saling bertukar pikiran terkait bagaimana mengembangkan ekosistem startup. Lebih lagi, koneksi ekosistem startup di Surabaya dan Fukuoka dapat terjalin, karena salah satu faktor penting untuk pertumbuhan startup adalah networking,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menuturkan, Koridor Co-Working Space terus menambah ruang bagi startup yang siap diinkubasi.
Melalui program Surabaya Startup Heroes, ada tiga startup baru yang bergabung. Selanjutnya, Koridor membantu para startupnya untuk mencapai target-targetnya, atau dengan kata lain mengoptimalisasi pertumbuhan startupnya.
Menurut Febri, kegiatan seperti pilot program JICA ini ada banyak sekali manfaatnya. Selain mengembangkan jejaring antara Surabaya dan Fukuoka, juga membuka peluang pendanaan bagi pertumbuhan startup. Dia menegaskan pihaknya akan terus membantu startup untuk berkembang.



