“Pada RPJMD lalu telah disepakati bahwa aksesibilitas pariwisata akan menjadi prioritas dalam mendukung pemulihan ekonomi. Rencana ini perlu dikonkritkan dengan program lintas urusan yaitu pariwisata dan perhubungan. Sejauh ini saya belum melihat sinkronisasi yang jelas. Saya sudah mengusulkan di rapat, semoga diakomodir” ucap William ditemui pasca rapat anggaran.
Diketahui kunjungan tempat wisata Kota Surabaya mengalami penurunan secara drastis akibat pandemi. Sebelum pandemi, tahun 2019 tercatat sekitar 6,5 juta pengunjung dari 20 objek wisata utama Kota Surabaya. Angka pengunjung terus menurun menjadi sekitar 1,7 juta dan 500 ribu pada tahun 2020 dan 2021.
“KBS, Kawasan Religi Ampel, dan Kenjeran Park paling banyak dikunjungi dan akses transportasi umumnya sudah ada. Jika tempat-tempat wisata lain diberikan akses transportasi umum, saya yakin pengunjungnya juga akan naik. Untuk wisatawan luar kota, bisa difasilitasi dengan memasukkan akses Suroboyo Bus ke stasiun-stasiun. Intinya aksesnya harus dipermudah,” tambah William.



