Menurut orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro itu ada daerah-daerah tertentu yang terdapat banyak calon dengan grade kemampuan di atas rata-rata, namun karena ada peraturan alokasi, terpaksa harus dibatasi jumlahnya. Sebaliknya pada daerah-daerah asal para peserta dengan kemampuan standart atau rata-rata tetapi karena alokasi penerimaannya cukup besar, maka Panitia akan tetap memilih sesuai jumlah alokasi per Kodim di daerah tersebut. Namun demikian Pangdam berkomitmen bahwa Panitia akan tetap memberikan keputusan yang terbaik agar satuan pengguna nantinya memiliki prajurit profesional.
“Saya disini mau mencari yang terbaik” tegas Pangdam IV/Diponegoro.
Komitmen seperti ini harus selalu diterapkan karena hal tersebut juga ditujukan untuk membantu Rindam IV/Diponegoro dalam mendidik para calon siswa menjadi Prajurit yang handal.
Selanjutnya, ditekankan bahwa Kodam IV/Diponegoro berkomitmen mendukung penuh kebijakan KASAD bahwa untuk menjadi seorang Tentara tidak ada biaya apapun dari awal hingga akhir termasuk selama pendidikan.



