Eri juga merinci penyebab pengurangan juga lantaran pos anggaran tak terduga yang naik sangat pesat.
“ PAD tidak mencapai target tetapi anggaran belanja tak terduga yang awalnya 15 M menjadi 34 M, sehingga kita mengurangi pos anggaran belanja yang lainnya “ bebernya.
Namun Eri menyebut pengurangan belanja tidak terjadi pada sektor pemulihan ekonomi, dimana anggaran pemulihan ekonomi masih tetap menggunakan anggaran yang lama.
“ Untuk pemulihan ekonomi kita menggunakan anggaran yang semula, karena anggaran pemulihan ekonomi tidak kita kurangi. Yang kita kurangi adalah kegiatan-kegiatan untuk belanja modal yang tidak bisa kita laksanakan karena PADnya tidak mencukupi “ pungkasnya.(hadi)



