Mantan Bupati Trenggalek ini juga mengatakan, khusus untuk kebijakan politik di Jatim, sebagai partai pengusung Gubernur Khofifah di Pilgub Jatim, pihaknya tetap meminta agar tetap mengawal setiap program yang di laksanakan oleh Gubernur.
Kata Emil, 20 tahun bukan waktu yang pendek waktu yang panjang. Organisasi ini tentunya harus matang. Sehingga kita harus bisa konsisten. “Kita adalah pengusung dari ibu Khofifah dan saya tentunya kita berharap akan bisa amanah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Jatiim, termasuk dalam kebijakan pemerintah provinsi dan kemitraannya dengan DPRD Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.
Sementara itu Sekertaris DPD Partai Demokrat Jatim Bayu Airlangga mengatakan momentum 20 tahun Partai ini akan menjadi pelecut kader khususnya pengurus untuk lebih dekat dengan rakyat. “Dengan terus berkolisi dengan rakyat, maka bukan sebuah keniscayaan target penambahan kursi di pemilu 2024 mendatang yang menjadi target DPD dan DPP khususnya di Jatim akan terpenuhi,” ungkapnya.
Dijelaskan oleh Bayu, pihaknya juga mengintrukiskan agar fraksi Demokrat DPRD Jatim untuk lebih bisa lebih memberi warna dalam mengawal kebijakan yang di lakukan oleh Gubernur dan wakil Gubernur Jatim.












