“Jadi, saya minta tolong kepada bupati dan walikota, tolong sampai akhir tahun ini, bentuklah BPR, karena nanti akan mendapat lending kredit bersama BPR yg murah. Hanya 5 persen ke BPR sampeyan, dan 10 persen kepada UMKM kita. Karena bank umum bunganya tinggi, yakni 19,2 persen” ujarnya.
Selain itu, tujuan digelontorkannya stimulus tersebut adalah untuk shifting paradigm atau merubah paradigma masyarakat agar memiliki jiwa entrepreneur. “Ini mendidik masyarakat agar berubah pola pikirnya, tidak njagakne bantuan pemerintah, tapi menjadi entrepreneur. Karena di MEA, kita harus bertarung untuk menjadi pemenang” lanjutnya.
Pakde optimis, dengan stimulus ini bisa menggerakkan sebagian petani yang masih menganggur, terutama yang berusia muda untuk bergerak ke sektor UMKM. Kemudian, untuk menggantikan petani yang memotong padi, dapat menggunakan alat combine harvester yang bisa meningkatkan produksi atau efisiensi panen padi mencapai 10 persen.
“Saya yakin masyarakat Jatim adalah petarung hebat, sekarang sudah dibuktikan, 20,6 persen pasar dalam negeri dikuasai Jatim, saya optimis pada 2019 kita bisa menguasai 25 persen pasar dalam negeri. Jika itu bisa diwujudkan, maka ada pergeseran 35 persen petani bergerak menjadi tenaga-tenaga produktif di sektor UMKM” ujarnya.



