“Setelah selesai dari sekolah, orang tua harus memantau anak selesai dari sekolah,” ujarnya.
Lebih jauh, Junaedi memandang, minat baca masyarakat Surabaya ternyata masih rendah. Buktinya, minimnya kunjungan warga ke taman bacaan yang ada di lingkungan RT/RW masing-masing
Junaedi berharap, dalam peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada Minggu (23/4), Pemerintah Kota Surabaya dapat mengoptimalisasi minat baca masyarakat melalui gerakan minat baca. Hal itu penting untuk memprkaya wawasan intelektual warganya.
“Jangan sampai penyediaan taman bacaan dan buku-buku yang diberikan pemerintah kota mubazir,” katanya.
Politisi Partai Demokrat ini mengaku khawatir, apabila minat baca masyarakat rendah, kualitas SDM juga ikut menurun. Padahal, selain perpustakaan yang ditempatkan di balai RT/RW, PAUD maupun TK, pemerintah kota juga memberikan fasilitas perpustakaan keliling.
“Kalau gak dimanfaatkan kan sia-sia,” paparnya
Junaedi belum mengetahui pasti penyebab masyarakat kurang tertarik mengunjungi taman bacaan maupun perpustaaan yang disediakan pemerintah kota. Apabila buku yang disediakan kurang menarik, pemerintah kota bisa menjalin kerjasama dengan penerbit atau pihak ketiga untuk mensuplay buku-buku yang bagus dan menarik.
“Atau bisa juga buku yang ada dirolling antar kecamatan dan sebagainya,” tegasnya.



