Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono yang turut serta dalam kegiatan penyaluran sembako ini mengapresiasi pembagian sembako serentak di 31 kecamatan itu.
Bagi dia, keterlibatan seluruh elemen dalam kegiatan pembagian sembako ini menunjukkan cerminan gotong-royong dan kebersamaan masyarakat yang ada di Kota Surabaya.
“Ini pesan yang sangat jelas bahwa penanganan Covid-19 tidak bisa ditangani sendirian. Melainkan harus menggerakan gotong-royong di masyarakat,” kata Awi –sapaan Adi Sutarwijono.
Ia juga memastikan, paket sembako yang dibagikan kepada warga itu berasal dari hasil gotong-royong seluruh elemen yang ada di Kota Pahlawan. Karenanya, dia meyakini bahwa zona kuning yang ditargetkan Wali Kota Surabaya dalam satu bulan itu bisa segera tercapai.
“Kalau targetnya sebulan zona kuning, maka dengan kemampuan secara bersama ini akan bisa dicapai,” jelasnya.
Sumarno (72), satu di antara warga penerima bantuan sembako melalui Surabaya Peduli Bencana mengaku sangat bersyukur telah menerima bantuan dari Pemkot Surabaya itu. Bahkan, ia tak menyangka jika yang menyerahkan bantuan itu adalah Wali Kota Eri Cahyadi.
“Saya sangat bersyukur menerima bantuan ini. Terima kasih warga Surabaya. Matur nuwun (terima kasih) juga kepada Pak Wali Kota yang menyerahkan langsung bantuan itu kepada kami,” kata Sumarno.
Tak hanya Sumarno yang mengaku senang mendapat bantuan itu. Seorang ibu rumah tangga yang bernama Juhaimin (45), juga menyatakan hal yang sama. Warga Kecamatan Tambaksari Surabaya itu mengaku pandemi telah berdampak besar terhadap kondisi ekonomi keluarganya. Apalagi, dia harus menghidupi dua orang anak yatim yang saat ini masih bersekolah.
“Terima kasih warga Surabaya, terima kasih juga Pak Wali Kota. Bantuan sembako ini Insya Allah sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” pungkasnya. (ADV)












