Sementara itu, Vinsensius memiliki pandangan berbeda dalam momentum hari jadi kota pahlawan. Dia berharap Pemkot Surabaya harus menjadi leader untuk merawat kebinekaan dan pluralisme.
Awey, sapaannya, mengatakan, Parada Budaya dan Bunga yang diadakan oleh Pemkot Surabaya pada Minggu (7/5) memiliki makna yang cukup dalam. “Dengan ditandai dengan aneka bunga warna-warni saat Parade Budaya dan Bunga yang digelar Pemkot Surabaya dalam rangka HUT ke-724 Surabaya tentunya semua itu harus dijadikan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan,” katanya.
Politisi Partai Nasdem ini menilai, Parade Budaya dan Bunga ini adalah simbol aneka ragam budaya, suku dan agama yang ada di Surabaya. Untuk itu, Pemkot Surabaya harus mengajak semua komponen masyarakat untuk merawat kebinekaan.
“Tidak boleh dikedepankan politik identitas, pemkot harus mengedapankan politik kebangsaan. Dengan warna-warni, Surabaya jadi indah,” tandas anggota Fraksi Handap DPRD Surabaya ini. (Hdi/cn03)












