“Oke taman, masyarakat bangga, karena itu muka. Tapi apa artinya muka kalau belakangya tidak baik. Orang Surabaya banyak yan gbangga dengan taman. Tepi lebih dari itu masyarakat harus punya penghasilan. Untuk itu, harus ada lapangan kerja. Dan yang paling banyak menciptakan lapangan kerja ya pariwisata,” terangnya.
Pria keturunan Madura ini membangun sektor wisata harus memperhatikan ouput. Hal itu bertujuan investasi yang dikeluarkan oleh Pemkot tidak sia-sia. Dia menyebut pembangunan Jembatan Surabaya di Kenjeran tidak berdampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.
“Jembatan Surabaya kalau hanya kayak gitu ndak mendatangkan apa-apa, itu uang sia-sia, apa yang dihasilkan untuk pemkot, inputnya tidak ada, padahal biayanya miliaran, jadi pembangunan wisata itu jangan asal,” katanya.
Buchori meminta masyarakat juga ikut membantu membangun kota Surabaya. Sinergi antara, Wali Kota Surabaya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sangat dibutuhkan demi membangun Kota Pahlawan yang maju dan warganya bahagia.
“Maju kotanya, bahagia warganya. Jangan hanya maju tapi sebagian masyarakatnya ngenes. Utamanya pinggiran utara, karena ngenes kabeh. Bu Risma paling bagus, tanpa didukung oleh yang lain tidak bisa. Semua warga juga memberika masukan. Pejabat yang berwenang mendengarkan masukan dari amsyarkat,” tukasnya.












