Dengan e-voting, kotak suara yang harus bermalam di kecamatan sehingga menimbulkan kerawanan, bisa dihindari.
“India yang jumlah pemilihnya miliaran saja bisa, kita 178 juta pemilih mengapa tidak. Di Filipina, jam 3 sore sudah ketahuan siapa presiden terpilihnya,” ulas Tjahjo.
Menurut Mendagri, pemerintah awalnya menargetkan pemberlakukan e-voting pada Pemilu 2024. Namun peluang pemberlakuannya bisa saja di 2019.












