Dia menjelaskan, pemeriksaan ini dilakukan meliputi beberapa pengecekan kondisi tubuh. Diantaranya yakni kesehatan mata, bulu, mulut, gigi, termasuk lendir dari hidung hewan kurban itu sendiri.
“Setelah pemeriksaan kesehatan, lalu pada hari H setelah disembelih dagingnya kita periksa lagi. Biasanya lokasinya berada di masjid-masjid,” urainya.
Tak hanya itu, Herlambang mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan di hari pertama sampai dengan saat ini, tidak ditemukan hewan kurban yang dijual oleh para pedagang dengan kondisinya sakit.
Artinya, semua hewan sehat dan siap untuk dikorbankan. Namun begitu, dia mengurai ada beberapa hewan yang diberi vitamin agar lebih fit kondisinya.












