Sadad mengaku tak ingin di situasi macam ini, pelayanan kepada warga menjadi berkurang atau bahkan tidak optimal.
“Sehingga, butuh terobosan. Jangan sampai warga yang terdampak itu, ditambah lagi dengan tidak optimalnya pelayanan,” sambung Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim.
Politisi asal Pasuruan itu mengatakan, di masa PPKM Darurat ini kepekaan sosial harus terus ditanamkan. Jiwa gotong royong sebagaimana watak bangsa harus terus dilakukan. Aksi nyata masih terus dibutuhkan. Jika ada yang kesulitan maka harus dibantu.
“Nah, dengan berkantor di dapil masing-masing upaya aksi nyata terus dilakukan. Meringankan beban mereka, misalnya bakti sosial dan semacamnya,” pungkasnya. (Caa)



