Umi pun menduga, kehadiran varian delta sebagai varian baru Covid-19 yang mudah menular bisa saja mempengaruhi lonjakan kasus di wilayahnya, meski perlu pengkajian lebih lanjut.
Untuk meningkatkan efektifitas penanganan Covid-19 di lapangan sekaligus menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Tengah melalui surat edarannya Nomor 443.5/0008989 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, Umi mengajak anggota Forkopimda Kabupaten Tegal menyampaikan laporannya.
Umi pun menilai, pelaksanaan Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 yang mengatur pembatasan kegiatan masyarakat, penutupan tempat-tempat keramaian dan penerapan protokol kesehatan perlu dievaluasi, apa saja yang perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi terkini. “Lewat forum ini, mari kita cari solusi terbaik untuk menekan persebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal,” ajak Umi.
Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar mengakui jika ada kelengahan saat penyekatan arus mudik Lebaran. Kebanyakan warga sudah mencuri start pulang kampung sebelum Pemerintah menetapkan larangan mudik. Selain itu, sambung Sutan, pengawasan dari Satgas Jogo Tonggo sebagian turut melemah, termasuk di tingkat kabupaten dalam mengkampanyekan protokol kesehatan.
“Sekarang ini kami sedang melakukan penebalan pasukan TNI di lapangan, semata-mata demi menjaga keselamatan kehidupan bangsa dan negara. Jumlah personil pasukan yang ditambahkan ada 355 orang dengan rincian 80 personil di Kota Tegal dan 275 personil di Kabupaten Tegal dengan menempatkan 25 personil per kecamatan zona merah untuk menggelar operasi yustisi minimal 3 kali dalam sehari,” tegasnya.











