“Masing-masing utusan perwakilan yang memiliki hak suara itu hanya memilih 6 orang yaitu seorang nama Pengurus Harian DPW PPP Jatim dan 5 orang nama Pengurus Harian DPC PPP Kabupaten/Kota se Jatim sebagai calon anggota formatur dalam kertas suara yang sudah disiapkan panitia,” terang anggota FPPP DPR RI ini.
Setelah dilakukan proses pemungutan dan penghitungan suara, kata Baidlowi hasilnya ada 13 nama (orang) yang mendapatkan suara. Antara lain; KH Musyaffa Noer (ketua demisioner DPW) 51 suara, Agus Zunaidi (DPC Kota Blitar) 50 suara, Zainiye (DPC Situbondo) 49 suara, Zuman Malaka (DPC Sidoarjo) 49 suara, Choirul Anam (DPC Bojonegoro) 49 suara, Salim Quraisy (DPC Kab Probolinggo) 48 suara.
Selanjutnya, Munjidah Wahab (DPC Jombang) mendapat 16 suara, Ansori Baidowi (DPC Kab Blitar) 16 suara, KH Fauzan (DPC Banyuwangi) 15 suara, Madini Farouq (DPC Jember) 13 suara, Habib Maulana (DPC Kota Batu) 13 suara, Nurhadi (DPW PPP Jatim) 8 suara dan terakhir H Rofik (DPW PPP Jatim) 1 suara.
“Berdasarkan ketentuan tatib, 6 anggota formatur yang terpilih adalah mereka yang mendapat suara tertinggi. Yaitu KH Musyaffa Noer (51 suara), Agus Zunaidi (50 suara), Zainiye (49 suara), Zuman Malaka (49 suara), Choirul Anam (49 suara), dan Salim Quraisy (48 suara). Sedangkan yang ditunjuk mewakili DPP adalah Hj Ermalena sekaligus ex ooficio ketua formatur,” tegas Baidlowi sambil mengetuk palu sebagai pengesahan.
Usai penutupan Muswil IX PPP Jatim, salah satu anggota formatur Musyaffa Noer mengaku bersyukur karena Muswil PPP Jatim berjalan sangat dinamis dan lancar, sehingga bisa menjadi percontohan proses berdemokrasi yang luar bisa terbuka dan contoh perpolitikan yang bagus di Jatim.



