Demi mensukseskan acara ini, ia mengaku sangat gencar melakukan promosi, baik melalui media massa maupun media sosial yang dikelola oleh Pemkot Surabaya, termasuk pula mengajak para influencer Surabaya untuk mempromosikan acara ini.
Bahkan, promosi acara ini juga dipasang di berbagai video tron di Kota Pahlawan. Para pejabat dan staf di lingkungan Pemkot Surabaya juga diwajibkan untuk mempromosikan acara ini, termasuk memasang tamplet ‘Surabaya Fashion Craft and Culinary Expo 2021’ di status maupun di profil WhatsApp mereka masing-masing.
“Kami memang masif melakukan promosi, karena kami sadar bahwa ini hal baru bagi masyarakat, mereka mungkin belum familiar dengan pameran virtual ini, makanya harus terus dipromosikan. Semakin luas informasinya, maka pengunjung yang datang secara virtual juga akan semakin beragam,” jelasnya.
Yang menarik dalam promosi acara ini dan tayang di media sosial serta video tron, menampilkan beragam produk UMKM yang modelnya adalah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta istri dan para Camat. “Beberapa waktu lalu memang saya wajibkan untuk beli produk UMKM. Setelah itu, mereka yang menjadi peraga busananya sekalian,” kata Rini.
Oleh karena itu, ia mengajak warga dan semua pihak untuk bersama-sama mengikuti dan berbelanja produk-produk UMKM ini. Sebab, ia sadar bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendirian dalam membangkitkan UMKM ini, butuh dukungan dan kolaborasi dari masyarakat.
“Jadi, ayo bersama-sama kita gerakkan dan bangkitkan kembali UMKM Surabaya,” pungkasnya. (ADV)












