Sementara merespon dari sisi jumlah sumber daya manusia kader Ansor Penyalahan yang cukup banyak, Ardie menyarankan agar GP Ansor Penyalahan bisa membangun usaha bersama berbasis padat karya. Meski juga tidak tertutup kemungkinan membangun usaha padat modal dengan menggandeng lembaga keuangan sebagai penyokong.
Senada dengan itu, fasilitator pendamping desa Muhammad Zamroni lewat paparannya mengungkapkan jika usaha kreatif pemuda GP Ansor Penyalahan harus bisa menjadi bagian dari solusi mengurangi pengangguran dan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Zamroni pun mengungkapkan jika saat ini ada 21 UMKM di Desa Penyalahan yang berbasis pertanian, kerajinan, teknologi informasi, peternakan. Agar lebih berkembang, sinergi tiga pilar di desa harus terbangun. Ketiganya, lanjut Zamroni, adalah pemerintah desa, pemuda, dan BUMDes.
Sementara itu, Ketua PR GP Ansor Penyalahan Mohamad Ali mengatakan, diskusi ini merupakan bagian dari program kerja bidang perekonomian. “Harapan kami, melalui diskusi semacam ini akan tumbuh motivasi kader pemuda Ansor untuk kembali memperkuat usahanya yang ikut terdampak pandemi,” pungkasnya. (Dasuki)











