Hal tersebut, sesuai yang disampaikan Danrem 071/Wijayakusums, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., bahwa pembinaan fisik yang dilakukan secara rutin sangat membantu dalam melaksanakan tes Garjas kapanpun dilaksanakan. Namun demikian, Garjas memiliki konsekuensi dan resiko bagi prajurit, dengan pengertian jika menginginkan target nilai yang memuaskan, maka setiap perorangan harus melatih dirinya dengan sungguh-sungguh untuk menghindari cedera atau hal-hal yang menyebabkan kerugian personel.
“Tes kesegaran jasmani ini merupakan kewajiban bagi setiap prajurit dan tes kesegaran jasmani ini merupakan program TNI AD yang harus dilaksanakan setiap prajurit TNI AD. Karena itu, seluruh prajurit perlu selalu membina fisiknya dengan baik serta memanfaatkan kegiatan pembinaan fisik di satuan”, terangnya.
Danrem juga menekankan kepada seluruh prajurit, agar dalam melaksanakan kegiatan selalu menjaga faktor keamanan selama kegiatan berlangsung. Dan melaksanakan kegiatan dengan maksimal sesuai kondisi fisik dan kemampuan masing- masing.











