Di samping itu, Umi menambahkan jika Pemkab Tegal tetap melanjutkan program jaminan sosial three J. Program ini terdiri dari jaminan rumah, jaminan kesehatan, dan jaminan hidup yang diperuntukkan khusus bagi warga miskin yang tidak terlayani pendanaan program bansos pemerintah pusat maupun provinsi.
“Menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan derajat kesehatan dan memulihkan kondisi perekonomian tentunya akan menjadi prioritas utama kita yang harus diselesaikan,” ungkapnya.
Selain program prioritas tersebut, pihaknya juga terus berupaya merealisasikan sembilan program unggulannya secara bertahap di 2022 sebagai janji politiknya hingga tahun 2024 mendatang yang telah disesuaikan dengan potensi keuangan daerah serta dampak dari upaya penanganan pandemi Covid-19.
Kesembilan program dimaksud adalah pembangunan sentra pelayanan publik prima, penumbuhan wirausaha muda, perluasan lapangan kerja dan investasi pro rakyat, penguatan jaringan infrastruktur dan jalan bebas lubang serta pengembangan wilayah, penataan lingkungan permukiman kumuh dan rumah sehat bagi warga miskin, penanganan dampak Covid-19, penataan Kota Slawi, peningkatan kualitas lingkungan hidup, pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik, pembinaan olahraga, pemberdayaan pemuda dan pelestarian budaya.
Sementara itu, hadir secara virtual, Deputi Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI Taufik Hanafi mengatakan jika rancana program dan kebijakan pembangunan Kabupaten Tegal tahun 2022 sudah selaras dengan pemerintah pusat, yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.











