Pihaknya, melalui dinas terkait akan berupaya memperkuat ketahanan pangan dengan mendorong peningkatan produksi melalui intensifikasi dan ektensidikasi pertanian, termasuk pengendalian distribusi pupuk bersubsidi. Umi pun mengapresiasi keputusan Pemerintah yang tidak jadi mengimpor beras hingga bulan Juni mendatang. Hal tersebut menurutnya sangat membantu penyerapan beras lokal dan mengangkat harga jualnya di tingkat petani.
“Sebentar lagi ada panen raya padi. Jangan sampai teman-teman petani menangis karena harganya jatuh akibat kebijakan impor yang menekan harga pasar. Saya pun minta kebijakan pupuk bersubsidi ini bisa benar-benar membantu meringankan petani, tidak dipermainkan, sekalipun kita tahu stoknya sedikit,” ungkapnya.
Di sini, Umi pun menanggapi soal kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah sebagai komoditas penyumbang inflasi tertinggi beberapa waktu ini. Umi berharap, kenaikan harga yang tinggi akibat minimnya pasokan tersebut tidak berlangsung lama karena petani kini banyak yang menanam cabe dan akan segera panen.
Guna merangsang pertumbuhan sektor mikro, pihaknya meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat atau KUR Daerah dengan bunga rendah setara 0,26 persen per bulan melalui BPR Bank Tegal Gotong Royong.
Harapannya, pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksinya, termasuk menangkap peluang permintaan dan konsumsi yang meningkat di jelang Ramadhan dan Lebaran tahun ini.











