Cakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Gunakan Sistem Silvofischery, Pemkot Surabaya Panen 1,25 Ton Ikan Bandeng dan Udang Vaname

×

Gunakan Sistem Silvofischery, Pemkot Surabaya Panen 1,25 Ton Ikan Bandeng dan Udang Vaname

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memanen ikan bandeng dengan menggunakan sistem Silvofischery
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memanen ikan bandeng dengan menggunakan sistem Silvofischery
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memanen ikan bandeng dengan menggunakan sistem Silvofischery
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memanen ikan bandeng dengan menggunakan sistem Silvofischery

 

Sistem silvofischery yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri, yakni dengan menggabungkan antara sektor perikanan dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan mangrove.

 

Pada panen kali ini, pemkot tak hanya berhasil membudidayakan ikan bandeng, tapi juga udang vaname. Melalui sistem silvofischery yang diterapkan, pemkot berharap warga mendapatkan manfaat dari hasil perikanan dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan mangrove.[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Berita Lainnya :” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”4″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”recent_posts” orderby=”rand”]

 

“Kita tanam itu 2 rean. Kalau 1 rean sekitar 5.000 (ekor ikan) berarti 2 rean 10 ribu ekor. Kalau tingkat kematiannya sekitar 10 persen, maka tinggal 7.500 ekor atau 1,2 ton. Kalau lahan tambak yang digunakan ini sekitar 800 sampai 1 hektar, merupakan aset pemkot,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Yuniarto Herlambang.

 

Menurut Herlambang, budidaya perikanan tak hanya dilakukan pemkot di lokasi tersebut.

 

Sebab ke depan, aset-aset pemkot lain yang sudah terdata, baik berupa tambak maupun lahan pertanian, bakal dimanfaatkan untuk membantu perekonomian warga.

 

“Nanti kita identifikasi yang berupa tambak. Sebagian nanti ada mangrove, sebagian ada tambak yang memanfaatkan warga. Jadi warga budidaya dan hasilnya bisa dijual untuk membantu perekonomian di situ,” pungkasnya. (hadi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *