Surabaya, cakrawalanews.co – Bagi kota besar, pasar induk yang khusus menjual secara grosir sangat diperlukan. Selain harga yang murah, kualitas juga bisa dijaga.
Namun di balik itu, ada masalah besar yang juga tidak bisa disepelekan. Ya, sampah! Tentunya sampah atau limbah yang dihasilkan sebuah pasar grosir.
Bagaimana dengan limbah yang dihasilkan pasar grosir Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS)? Pasar induk resmi yang berada di depan Terminal Osowilangun itu memiliki formula untuk mengatasi sampah.
Bekerjasama dengan Dinas Pertamanan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, PIOS yang kini menjadi menjadi pasar percontohan untuk daerah lain di luar Kota Surabaya yang bisa mengelola sampah secara mandiri.
General Manager PIOS, Rahayu Trissila, mengaku sejak tahun 2014 telah menjadi satu-satu pengelola pasar swasta yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam hal penanganan sampah secara mandiri.
“Untuk pengolahan sampah organik dengan diberi bantuan mesin pencacah sampah oleh Pemkot Surabaya,” kata Rahayu Trissila saat ditemui di kantornya, Selasa (25/4/2017).
Trissila mengaku saat ini sampah organik yang dihasilkan 70 pedagang di PIOS sebanyak 6 Ton perhari dari Blok A sampai H. “Dalam sehari sampah organik kita sebanyak 6 ton,” ujarnya.




