Ruwat dalam konsep merawat juga pernah dilakukan Malaikat Jibril Kepada Nabi Muhammad dengan Cara membuka Dada dan mengambil Hati Baginda nabi kemudian membersihkanya dengan Air Zam zam ketika Sang baginda Nabi berumur 4 tahun (HR. Ibnu Ahmad). Bagong teringat ketika Semar Menjadi Dalang dan melalukan Ruwatan sebagai sarana mengusir Pageblug dan bala yg disebabkan Bathara kala dalam lakon murwakala.
Alangkah indah dan menyejukan Jika seluruh Tokoh Agama dan Pemangku kebijakan berbaur dengan masyarakatnya dalam sebuah Tradisi dan Budaya *Ruwat Bumi*. Hilangkan segala perbedaan Bersatu dan bergandengan tangan menghadirkan dan menggemakan doa doa tolak bala dan mohon ampun kepada Sang Pencipta secara bersama menurut agama dan kepercayaanya masing masing namun dalam bingkai Kebersamaan dan persatuan.
Jadikan *Ruwat Bumi* sebagai sarana merawat dan menjaga Tradisi serta bersyukur atas Limpahan dan rizki yg diberikan Tuhan kepada Manusia diatas Bumi Sekaligus moment Pertobatan massal karena kita sebagai manusia apapun Suku Agama Ras dan kepercayaanya telah lalai dan lupa dalam menjaga keseimbangan alam yg menyebabkan Bencana bertubi datang melanda umat manusia.
Jangan jadikan Suasana Pandemi ini sebagai alasan utk tetap berdiam diri dan tdk mau berbuat apa apa sebab Ruwat Bumi ini bisa dilakukan secara sederhana dan Prokes ketat. Selain itu juga merupakan bentuk ikhtiyar dan upaya bersama secara bathin dan budaya dalam menangkal dan mengusir Bala atau Blai berupa Virus Corona serta memohon Kepada Sang Pencipta agar terhindar dari segala marabahaya dan bencana yang telah sedang dan akan terjadi dimasa mendatang.
Dalam susana Bathin yg penuh Kegelisahan Bagong bergegas pulang naik motor bututnya menyusuri Jalan yg mulai lengang. Disepanjang jalan Bagong *Nggrentes* dalam hati sehingga tak terasa matanya mulai basah.
Untung saja Hujan mengguyur sehingga menyamarkan gurat kesedihan dan kegelisahan dalam wajahnya.
Sebelum terlelap Bagong Teringat sebuah Doa Warisan Mbah Kyai Syatori blendung yg di ajarkan kepada Kyai Mas’ud Baedowi Sidadap :
*Allohumma Sidanongklang Sidanongkling*
*Sumingah suminggih Sumingkar Sumingkir*
*Ayam Tulak ayam tukung Tinulak Sekabejaning Blai Mrekungkung Sekabehaning Pancabaya*
*Bengang benging bengang bengeng Bang bang kumimbang Paribasane Kembang*












