Eksploitasi Sumberdaya Alam yg berlebihan dan perilaku Manusia yg serakah inilah yg menjadi Sumber utama bencana yg melanda. Keseimbangan Alam yg seharusnya terjaga menjadi limbung dan goyah sehingga mengakibatkan rusaknya Tata kosmos kehidupan dijagat raya yg akhirnya Memaksa Alam ini menyeimbang diri dengan caranya sendiri.
Manusia sudah dibutakan dengan kehidupan dunia sehingga lupa dengan alam dan Penciptanya. Sementara yang mengaku beriman tertipu dengan keimananya sendiri sehingga mudah sekali menuduh dan menyalahkan orang lain. Para Pemangku kebijakan dan tokoh agama cenderung hanya Gugur kewajiban sehingga hanya sibuk memberikan perintah dan Tausiyah serta mauidzoh khasanah tapi lupa memberikan Cinta kasih dan Uswatun khasanah.
Kegiatan Keagamaan hanya sebatas seremonial dan sebatas mimbar miskin dialog dan kajian sehingga penerjemahan dan pemahamanya hanya sebatas kulit dan tenggorokan. Akar Tradisi dan Budaya yg sudah turun temurun mulai ditinggalkan sehingga kearifan lokal yg menjadi media pondasi dan selaras dengan Agama menjadi hilang dan terpinggirkan. Inikah yg disebut keimanan Atau Justru dekadensi spiritualitas ?
Sudah saatnya Para tokoh agama dari segala keyakinan bersatu dan membuat sebuah gerakan bersama dalam menghadapi Bencana karena hakikatnya *Bumi itu Rumah kita Bersama*. Tradisi dan Budaya yg mempersatukan seluruh Agama harus dihidupkan kembali agar nilai dan filosofinya yg menjadi sumber kearifan lokal dapat menggugah kesadaran bersama pentingnya menjaga keseimbangan Alam.
Bagong yakin bahwa disetiap Agama dan kepercayaan pasti Mengajarkan Cinta Kasih dan merawat serta menjaga Alam raya sebagai wujud syukur kepada Tuhan.
Pemahaman dan kesadaran kolektif tentang Keseimbangan Alam inilah yg menjadi manifestasi dari ajaran Hablun minalloh (Hubungan Manusia dengan Tuhan), Hablun minannas ( Hubungan antar sesama manusia), dan Hablul alalalamin (Hubungan Manusia dengan Alam sekitarnya).
Dalam Konsep ajaran Tri darma Budha Konghucu dan Tao terdapat *Yin dan Yang* serta Tradisi *Ciswak atau Po Un* sebagai Konsep Keseimbangan. Di Agama Hindu mengajarkan Upacara Adhi Terula selain juga Ajaran Tri hita Karana sebagai manifestasi hubungan manusia dan alam sekitar. Dalam Alkitab Yesus pun mengajarkan Cinta Kasih serta pertaubatan sbg sarana tolak bala pengusiran Jin dan Setan lewat Markus 5: 1-20. Dalam Islam ada istighozah dan dzikir serta tahlil sebagai sarana meminta Ampun dan memohon keselamatan dunia akhirat.












