Menurut data dari BI, ujar Irwan, sebanyak 87% pelaku usaha yang bergerak di sektor usaha kecil, mikro dan menengah, UMKM terdampak pandemi covid-19. Hal ini ditandai dengan menurunnya penjualan produk, arus kas yang menjadi bermasalah, serta proses produksi dan distribusi yang terhambat. “Oleh karena itu, webinar ini merupakan upaya dpw pks jatim untuk turut serta berkontribusi dalam pemberdayaan umkm di jawa timur, khususnya dimasa pandemi covid-19 saat ini,” kata pria 45 tahun ini.
Irwan kemudian menjelaskan bahwa pelaku UMKM di Jawa Timur cukup besar. “Berdasar data dinas koperasi dan UMKM Jatim, setiap tahunnya UMKM Jatim tumbuh sebesar 414 ribu pelaku UMKM dan menyumbang 57,52 persen PDRB Jawa Timur,” tegasnya
Wahyu Hermanto, Ketua Bidang BPJE PKS Jatim berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat dan kemampuan beradaptasi bagi para pegiat UMKM di Jawa Timur. “Kegiatan ini akan mengumpulkan ribuan pegiat UMKM yang tentu saja akan menjadi forum saling sharing yang memotivasi dan menguatkan semangat dalam mengembangkan usaha,” kata Wahyu.
Selain itu, ia menambahkan, berbagai materi yang akan disampaikan dalam pendampingan-pendampingan nanti akan membuat para pegiat UMKM dapat mudah beradaptasi di masa sulit. “Kami punya materi-materi khusus yang bisa dipakai temen-temen dalam menghadapi masa sulit usaha ini. In syaa Allah UMKM Jawa Timur akan bangkit bersama-sama,” harap Wahyu.
Dalam kegiatan itu, hadir juga sebagai nara sumber, Rofik Hananto, Ketua BPJE DPP PKS, Dwi Hari Cahyono, anggota DPRD PKS Jatim. Selain itu, kegiatan ini juga mengundang para coach bisnis, seperti Puguh Wiji Pamungkas, Presiden AVP Genpro Tapal Kuda, Coach Ridwan Abadi, dan Frandy, masing-masing adalah Founder Sukses Berkah Community dan CEO Jagobahasa.com yang juga owner Solusindo & Language Center.



