“Awalnya, Abah saya yang selalu rutin menggelar khataman Al-Quran setiap hari Kamis. Lalu sejak dua tahun lalu, khataman Al-Quran ini saya teruskan. Jadi ini memang menjadi kebiasaan, istiqomah keluarga kami. Biasanya khataman Al-Quran kami gelar sebelum Subuh. Karena saya dapat ijazah dari kiai saya seperti itu,” katanya.
Wali kota terpilih yang berpasangan dengan Armudji sebagai wakil wali kota ini meyakini, setiap selesai khataman akan turun malaikat yang mengamini doa-doa yang dipanjatkan oleh orang yang menggelar khataman Al-Quran.
Oleh karena itu, setelah dirinya dilantik menjadi Wali Kota Surabaya, akan tetap menggelar khataman Al-Quran. Baik di rumahnya di daerah Ketintang maupun di rumah dinas wali kota di Jalan Sedap Malam, Surabaya.
“Insya Allah nanti setelah menjadi wali kota, jika pas hari Jumat akan menggelar khataman Al-Quran, baik di rumah saya maupun di rumah dinas. Dengan adanya doa dari para kiai, ada doa khataman Al-Quran, Surabaya bisa menjadi kota yang baldatun thoyibatun warobbun ghofur,” ungkapnya.
Eri juga menyebut, jika nanti sudah menjadi wali kota, dirinya dan keluarganya akan tetap tinggal di rumahnya sendiri, tidak menetap di rumah dinas. Alasannya, rumah pribadinya saat ini sudah menjadi surga baginya.



