Seperti diketahui, dana bantuan Rp 9 miliar yang diberikan Pemkab Pacitan ke Yudhoyono Foundation untuk pembangunan Museum dan Galeri SBY-ANI di kabupaten tersebut sedang disorot banyak pihak. Dana tersebut disalurkan ke APBD Pacitan dari Pemprov Jatim melalui skema bantuan keuangan khusus (BKK).
Deni mengatakan, APBD mestinya didedikasikan untuk membantu rakyat, bukan digelontorkan untuk membiayai proyek yang hanya ditujukan untuk pencitraan personal seorang tokoh politik.
APBD, lanjut Deni, adalah instrumen fiskal yang mestinya digunakan berdasarkan skala prioritas mengingat keterbatasan anggaran. Saat ini, yang urgen adalah membantu rakyat miskin. Apalagi, Pacitan termasuk salah satu sentra kemiskinan di Jatim.
“Kemiskinan di Pacitan sangat tinggi, yaitu 14,54 persen per 2020. Ini termasuk yang tertinggi di Jatim. Demikian pula pendapatan per kapita rakyat Pacitan baru Rp28 juta per orang per tahun, hanya separo dari rata-rata pendapatan per kapita di Jatim,” ujarnya.



