“Hanya ada persyaratan tidak boleh darah tinggi, dan diabetes. Tapi dari persatuan penyakit dalam yang penting tensi terkontrol, gula (diabetes) terkontrol tidak ada masalah. Jadi tidak perlu ditakutkan,” tuturnya, dikonfirmasi, Jumat (5/2/2021).
Pria yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim itu menegaskan, banyak tenaga kesehatan kesulitan mengakses vaksinasi tidak berbasis kecamatan atau tempat layanan kesehatan yang terdekat.
“Jadi perawatnya harus divaksin di tempat jauh. Itu tidak tepat, dan tidak efisien. Jadi kerja dimana ya divaksin disitu biar tidak menganggu aktivitasnya,” ujarnya.
Benyamin menegaskan, vaksinasi tidak harus ke klinik atau rumah sakit lain. Padahal data bisa dilakukan di klinik atau rumah sakitnya masing-masing sehingga tenaga kesehatan mengaksesnya mudah.
“Contoh orang X dekat pukesmas X, maka bisa mengakses di situ agar dientri di situ saja. Tidak perlu dibagi,” paparnya.



