Saat ditanya perihal persiapan jelang Pilkada Surabaya 2020, mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya tersebut menyatakan kesiapannya. Dia meyakini Allah SWT telah menulis skenario terbaik untuk seluruh umat manusia.
“Menjelang hari H, kami riyadhoh, mendekatkan diri kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,“ ujarnya.
“Persiapan hari H, insya Allah, sebagai santri, sebagai warga Nahdliyin, menyakini bahwa ketetapan sudah dituliskan Allah SWT. Sebenarnya nama Wali Kota, selalu saya katakan, sudah tercatat di langit ketujuh. Kalau kita kampanye itu karena hanya ikthiar jasmaninya kita jalankan. Tapi nama itu sudah tercatat, Gusti Allah sudah menakdirkan,” imbuhnya.
Eri Cahyadi memang sangat dekat dengan kalangan pesantren. Dia adalah putera dari Urip Suwondo dan Mas Ayu Esa Aisyah. Nama “Mas” pada ibu Eri ini khas keluarga pesantren Sidoresmo. Sebutan “Mas” disematkan oleh Sunan Ampel kepada para perintis Pondok Pesantren Sidosermo, dan hingga kini nama “Mas” dipakai oleh seluruh keturunan keluarga besar pesantren itu.(hadi)



