Lebih lanjut Umi mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan keras bagi perekonomian nasional dan bahkan dunia. Dalam perkembangan saat ini, menurut Umi, tidak sedikit industri padat karya dan tempat-tempat usaha yang menurun omsetnya, mengurangi karyawannya sehingga menyebabkan angka pengangguran meningkat.
Dari data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Tegal bertambah dari 8,12 persen di bulan Agustus 2019 lalu menjadi 9,82 persen di bulan yang sama tahun 2020 ini. Sementara berdasarkan hasil riset Smeru Research Institute, kelompok pemuda mendominasi angka pengangguran terbuka nasional. Menurutnya, dari empat orang penganggur di Indonesia, tiga diantaranya adalah pemuda yang tidak sedang bersekolah atau kuliah, berusia antara enam belas hingga tiga puluh tahun.
Namun demikian, imbuh Umi, situasi demikian justru memunculkan peluang baru untuk berwirausaha. Umi yakin, kewirausahaan berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja yang berujung pada penyerapan tenaga kerja baru.












