Sore itu Yudisthira yang masih remaja sedang asik bermain bola bersama adik-adiknya dari Pandawa dan Kurawa di lapangan sepakbola Hastina Pura sementara Bagong yang disuruh mengawasi mereka tertidur pulas fibawah pohon dipinggir lapangan.
Bola yang ditendang keras oleh Werkudara melayang sampai terlempar jauh dan dikejar anak – anak Pandawa dan Kurawa masuk kedalam sebuah sumur tua di belakang istana Hastina Pura dimana sedang beristirahat seorang pria bernama Bambang Kumbayana atau Durna.
Dengan sengaja Durna memamerkan kesaktianya dan kelihaianya untuk mengambil bola yang masuk kedasar sumur sehingga para putra Pandawa dan Kurawa terpesona dan meminta kepada eyangnya Bhisma agar Durna diangkat dan dijadikan guru mereka.




