“Seluruh simpatisan, anggota, dan kader Partai jangan tolah-toleh. Tetap berjuang untuk menangkan Eri-Armudji. Lawan telah terapkan politik devide et impera. Jangan terengaruh. Mereka tidak percaya diri. Saya yakin, apa yang disampaikan saudara Seno tidak banyak pengaruhnya. Kita terus tegak lurus bersama Ibu Megawati untuk kehebatan Surabaya. Mari maju bersama PDI Perjuangan, galang kekuatan rakyat”, ujar Puti dengan bergelora.
Apa yang dilakukan Tim Kampanye MA-Mujiaman termasuk mendaur ulang wawancara Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi pada bulan Juni yang lalu, semakin menambah deretan masalah etika dan moralitas kepemimpinan paslon No. 2 tersebut.
“Politik segala cara telah dimainkan. Apa yang mereka lakukan telah merendahkan martabat rakyat Surabaya bahwa sepertinya pemimpin itu bisa dibeli dengan uang. Mereka lupa bahwa jurus adu domba, pamer mobil mewah, pamer logistik dan pamer lagu Habisi Risma adalah jurus dan strategi kampanye yang jauh dari etika dan moral politik. Jiwa kepahlawanan rakyat Surabaya, justru semakin kuat menyatu dengan kepemimpinan Risma, Eri dan Armudji”, ujar Kusnadi yang sekaligus Ketua DPD Jatim tersebut.(hadi)



