“Menghancurkan Bu Risma yang saat ini masih menjabat sebagai wali kota, berarti ingin menghancurkan Kota Surabaya,” tegasnya.
Berita Terkait : Pasca Viralnya Nyanyian Hancurkan Risma. Emak-emak Gelar Aksi Bela Bela Risma
Menurut dia, nyanyian yel-yel “Hancurkan Risma” dari pendukung Machfud Arifin sangat tidak manusiawi. Sebagai pendukung, seharusnya memiliki rasa santun, harus memfilter kata-kata yang kasar yang tidak bermoral tersebut.
“Kita ingin pesta demokrasi di Surabaya ini berjalan damai, aman, tenteram dan menyenangkan. Seharusnya tidak menggunakan kata-kata yang provokatif seperti “Hancurkan Risma”. Jelas cara ini tidak santun. Apalagi dalam nyanyian yel-yel tersebut juga diikuti politisi senior. Seharusnya mereka bisa memberikan contoh kampanye yang elegan, santun dan menyejukkan kepada generasi milenial,” sesalnya.



