Ia menduga jika kebocoran soal yang menyebar melalui jejaring media social tersebut benar terjadi, pihaknya memperkirakan ada oknum yang sengaja melakukannnya. “Kalau ada motif jual beli, berarti ada oknum yang sengaja bermain,” duganya.
Politisi Partai Demokrat Tersebut mengatakan, karena berkaitan dengan kerahasiaan negara, kebocoran soal Ujian yang terjadi mengarah ke masalah pidana. “Ini sudah masuk ranah hukum, karena soal ujian yang diberikan ke siswa sifatnya rahasia,” paparnya
Junaedi menilai dengan adanya kasus kebocoran soal ujian tersebut, praktis bsia menciderai system pendidikan di Surabaya.
Untuk mengantisipasi agar kasus terebut tak terung kembali, pihaknya mengharapkan, dinas pendidikan Jawa timur, selaku instansi yang berwenang mengelola pendidikan SMA SMK. Melakukan cross check ke sekolah terkait, guna mencari penyelesaiannnya.











